Dia datang membawa sebuah pengharapan,
Dan juga sebuah perasaan,
Dia yang digelar purnama seri alam,
Gadis pemegang asmara keindahan.
Ada manusia menuju ke cakerawala untuk melihat bintang-bintang ciptaan Tuhan,
Ada juga manusia menuju ke puncak Kinabalu merasai dingin,
Tapi aku ingin menuju ke hatimu sayangku,
Memiliki kotak hatimu yang tulus.
Kau umpama hujan dan aku seperti bumi yang gersang,
Kau basahi aku dengan rintik-rintik kasih dan sayang,
Aku cinta kamu.
Ada manusia berjuang mempertahankan tanah airnya,
Ada juga manusia berjuang membela agamanya,
Tapi aku ingin berjuang memilikmu manisku,
Memilikmu dan kita bicara hal-hal kemanisan serta keindahan.
Langit berubah menjadi malam,
Mentari berubah menjadi bulan,
Tapi aku hatiku tak berubah mencintaimu kasihku.
Tidak berubah walau secebis.
Kalau kamu soal padaku apa yang aku mahu miliki dalam dunia ciptaan Tuhan ini,
Aku akan jawab "Aku mahu kamu"
Itu saja.