Hari ini,
Hujan membasahi tanah-tanah yang mekar
Seperti airmataku yang membasahi pipi-pipiku.
Mantan kekasih,
Kau telah musnahkan segala kenikmatan yang kita miliki,
Kau juga telah musnahkan sebuah perasaan,
Dan kau juga telah musnahkan sebuah pengharapan.
Apakah ini satu mainan, untuk kau permainkansebuah kotak hatiku?
Aku rasa aku terlalu bodoh untuk mencintai
perempuan seperti kamu,
Yang tak pernah menghargai ketulusan hati.
Dengar sini, mantan kekasih,
Puisi ini karya terakhir untuk kamu yang
tak pernah menghargai ketelusan hati.
No comments:
Post a Comment